Pernahkah kalian mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan saudara, keluarga ataupun seorang temanmu. Begitu dekatnya hingga masalah pribadimu juga kamu curahkan padanya karena kamu menganggapnya seorang teman terbaikmu. Walaupun seharusnya tidak semua masalah keluarga boleh diceritakan pada orang lain.
Namun tiba-tiba saja dalam sebuah peristiwa dia meremehkanmu, merendahkanmu melalui kata-kata yang sangat menyakitkan tanpa rasa bersalah ataupun penyesalan.
Sesuatu yang tidak pernah kalian bayangkan. Dengan semua wejangan dan nasehat yang selama ini mereka berikan telah membuatmu merasa dia adalah orang yang bijaksana sehingga kamu sudah terlampau nyaman dengannya. Dan hanya butuh satu kejadian membuatmu seakan tak mengenalnya dan menjadikannya orang lain. Karena sikap meremehkannya yang membuatmu sakit hati.
Sebanyak apapun kebaikanmu, memang yang terlihat menohok adalah kesalahan seseorang. Karena mungkin rasa sakit hati itu begitu berkesan sehingga begitu membekas. Tak ubahnya seperti seorang guru yang menuliskan banyak pertanyaan beserta jawabannya di papan tulis, sebanyak apapun tulisan itu namun ketika ada satu jawaban yang keliru maka akan ada banyak mata dengan tegasnya mengingatkan bahwa jawabannya keliru. Begitu banyak jawaban yang benar tak terlihat, namun satu kesalahan terlihat jelas di mata seseorang. Seperti itulah kenyataan di kehidupan kita.
Namun semua dapat diselesaikan dengan kata "maaf". Hal yang lumrah jika sesorang melakukan kesalahan. Tapi banyak orang yang gengsi ketika mengucapkan kata itu. Sedang orang yang tersakiti memendam kekecewaan dan berharap mendengar kata 'maaf" dari orang yang menyakitinya. Karena gengsi itulah maka hubungan sesama manusia yang tadinya harmonis bisa berubah menjadi musuh karena rasa sakit yang terpendam lama.
Mari biasakan untuk saling menghormati dan menghargai pada sesama. Bukan meremehkan, dan budayakan berkata "Maaf" atas kesalahan yang kita buat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar