PILIH KASIH
Sebagai orang tua normal tentu saja para orang tua akan mencintai dan merawat anak-anaknya. Tetapi secara tidak langsung dan tidak sadar orang tua akan menemukan anak yang lebih condong memiliki kesamaan sifat. Sehingga tanpa kita sadari kita mulai membandingkan baik secara langsung ke anak ataupun melalui cerita ke orang lain. Hal itu secara tidak langsung telah memberikan penilaian jelek pada salah satu anak. Mungkin ada anak yang periang dan satunya pendiam, ada yang baik dan ada yang pemarah. Semakin berbeda kepribadian anak, maka semakin berbeda pula perlakuan orang tua pada mereka. Faktor lain adalah usia anak. Disini usia anak kebanyakan tidak terlalu menonjol, faktor murni menurut saya adalah selisih usia. Hanya selisih usia, tidak peduli selisih setahun, dua tahun ataupun hanya berbeda beberapa bulan tetap anak pertama adalah anak sulung yang nantinya harus selalu mengalah karena seorang kakak pasti lebih besar. Mungkin memang harus mengalah tetapi tidak selamanya juga kan. Sehingga disini si sulung bisa mulai menanam rasa kebenciannya. Mungkin itu menjadi alasan jika yang mengalami perlakuan berbeda adalah anak sulung. Tapi tidak semuanya, karena saya adalah anak terakhir yang menurut mitos yang saya dengar sering diperlakukan manja oleh orang tua ternyata tidak. Faktor selanjutnya bisa jadi gender anak, ada pasangan orang tua yang lebih menyukai anak laki-laki ataupun sebaliknya. Sehingga ketika menginginkan anak laki-laki tetapi pada kenyataannya anak pertama mereka perempuan, baru anak kedua laki-laki maka secara tidak sadar perlakuan berbeda itu muncul. Faktor lain mungkin masalah yang ada di keluarga tersebut. Jadi perlakuan pilih kasih yang dikarenakan kondisi. Kemungkinan ketika anak pertama keadaan ekonomi keluarga sedang baik-baiknya sehingga semua keinginan terpenuhi, sebaliknya ketika waktu lahir anak kedua kondisi berbalik sehingga mewajibkan perlakuan yang berbeda ke anak.
Sayangnya apapun itu faktornya, sikap pilih kasih dapat memecah belah persaudaraan. Dan jika benar sikap pilih kasih dilakukan tanpa sadar maka untuk menghindarinya selalu tancapkan pada diri kita selaku orang tua untuk tidak pernah memihak satu kubu. Karena pada dasarnya mereka sama-sama anak kita. Jadi sudah seharusnya kita harus saling berbagi kebahagiaan dan kesedihan. Cobalah memperlakukan mereka dengan sama, dengan cara yang seadil-adilnya tanpa membandingkan. Selalu bicara dari hati ke hati, saling instropeksi diri karena tidak selamanya orang yang lebih tua itu selalu benar. Dan ungkapan hati seorang balita pun terkadang benar. Berani mengakui kesalahan, karena cinta orang tua adalah cinta yang tanpa pamrih yang akan selalu ada untuk.anak-anaknya.
Semoga kita selalu berada dalam suasana keluarga yang harmonis dan penuh suka cita. Amiin.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar