Jawabannya karena tidak semua guru mumpuni dalam melakukan pembelajaran online ini. Selama PJJ atau daring ini orang tua secara tidak langsung menjadi guru pengganti bagi anak. Dimana terkadang guru sendiri memberikan materi yang minimalis dan menshare video orang lain yang terkadang agak sulit dipahami. Sehingga mewajibkan orang tua untuk kembali mencari dan mengingat-ingat materi yang dulu pernah dipelajari. Tidak jarang juga selain materi, orang tua juga sibuk mencari media sebagai sarana tugas yang diberikan oleh guru. Dan yang lebih utama yaitu karena rentan waktu yang sudah lebih dari setahun yang menimbulkan rasa stress bagi orang tua. Juga rasa bosan yang mulai melanda murid. Jika sudah bosan maka anak-anak akan menjadi malas.
Faktor kebosanan dan kemalasan murid ini dipengaruhi oleh terbatasnya kontak langsung antara guru dan murid sehingga guru tidak mempunyai kontrol terhadap proses pembelajaran. Berhubung waktu daring yang tidak pasti ataupun hanya berbentuk video maka murid sering menyepelekannya dan justru lebih aktif dengan kegiatannya yang lain. Karena tempat daring yang tidak dikonsep oleh orang tua, maka anak bisa melakukan daring dimana saja sesuka hati. Bisa dikamar tidur ataupun tempat bermain sehingga mengganggu konsentrasi anak.
Apapun itu semoga pandemi ini segera berakhir sehingha kita semua bisa kembali beraktivitas lagi secara normal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar