Lalu mengapa orang merasa sulit ketika mau berhenti merokok. Padahal dalam kemasannya sendiri sudah tertulis akan bahaya rokok. Tapi seakan tidak ada yang menghiraukan. Meskipun harganya yang dari hari ke hari semakin melonjak, mereka seakan tidak peduli. Dan seakan menjadi sebuah kebutuhan pokok. Semua itu karena pada dasarnya rokok atau tembakau itu berisi zat aditif. Apakah zat aditif itu? Zat aditif adalah zat yang apabila dikonsumsi dapat menyebabkan ketergantungan (adiksi) atau ingin menggunakannya secara terus-menerus (ketergantungn).
Meskipun merokok merupakan aktivitas yang merugikan baik bagi diri sendiri ataupun sekitarnya tapi mengapa masih banyak yang melakukannya?
Sebagian remaja mungkin menganggap merokok merupakan hal yang trendi, sehingga ketika melakukannya mereka merasa wow, merasa paling keren. Sedang untuk mereka yang sudah dewasa, karena merokok sudah menjadi kebiasaan sejak remaja maka rasa ketergantungan itu ada ketika mencoba berhenti. Mereka akan merasa tidak nyaman pada area mulut, tidak semangat dalam beraktivitas ketika berhenti.
Tetapi apapun atau bagaimanapun sulitnya usahanya bukan berarti berhenti merokok itu mustahil. Seseorang yang ingin berhenti biasanya memulai tahap awal dengan mengkonsumsi permen sebagai pengganti rokok. Sesulit apapun itu kembali lagi pada pribadi masing-masing. Ketika ada usaha dan niatan yang kuat, maka sesulit apapun itu pasti dapat dilakukan. Karena tidak sedikit orang disekitar saya yang sudah menjadi perokok aktif sejak remaja bisa berhenti total ketika mereka ada niat. Menurut survey dari beberapa orang, kebanyakan alasan mereka memutuskan berhenti merokok yaitu setelah mereka sakit dan dianjurkan berhenti merokok oleh dokter. Bagi kaum perokok hawa, alasan kuat yang membuat mereka berhenti adalah karena hamil. Ayo guys..... ada banyak orang yang sudah berhasil melaluinya meskipun kalian bilang susah dan gak bisa. Mulailah hidup sehat dan mulai dengan STOP rokok. Dengan berhenti merokok anda juga dapat berhemat looo😁, alokasi uang rokok bisa ditabung kaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar