Tik tok adalah aplikasi video pendek yang sedang viral, tidak hanya di Indonesia tetapi di dunia semenjak pandemi covid. Karena dengan adanya pandemi kita diharuskan melakukan banyak kegiatan hanya dirumah. Namun ada beberapa negara yang dengan tegas melarang penggunaan aplikasi ini. Aplikasi ini menjadikan pengguna dapat dengan mudah berekspresi apa saja. Lagu-lagu di tik tok banyak dihafal dihampir semua kalangan, baik kecil, tua, muda semua seakan ikut terhipnotis untuk mendownload aplikasi tersebut. Karena isinya yang menampilkan banyak fitur efek-efek khusus yang menghibur dan diiringi beragam soundtrack lagu ataupun dialog-dialog lucu. Mudahnya penggunaan aplikasi ini terkadang membawa pengaruh negatif di kalangan remaja. Karena banyaknya konten-konten yang vulgar yang melampaui batas. Bahkan tidak sedikit banyak video yang diluar nalar hanya agar bisa viral. Selain itu banyak video-video yang berisi konten-konten kecantikan, pamer kekayaan dan masih banyak yang lainnya. Yang bisa saja ketika para remaja melihatnya tanpa bimbingan orang tua akan begitu saja mencontoh apa yang mereka lihat.
Hal-hal semacam itu membuat akhlak dan moral manusia hilang. Mereka tanpa malu memperlihatkan lekuk tubuhnya yang bisa dilihat seluruh manusia di dunia. Membuat video-video ditempat-tempat umum yang tidak sewajarnya. Bergoyang lenggak-lenggok yang tidak sepantasnya. Menjadikan hal-hal semacam itu menjadi sebuah challenge, menganggap hal seperti itu sebagai suatu tantangan positif padahal sebaliknya.
Tidak ada salahnya mengikuti trend atau menyukai sesuatu hal. Namun yang pasti tidak melanggar norma dan etika kehidupan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar