Senin, 04 Oktober 2021

Bingkai Kehidupan



Dia adalah kado penantian panjang
Dua rasa membaur
Menancapkan panah janji kehidupan
Mengikat cinta, merangkai asa
Menahan ego, menafsir kondisi
Bersama menggores tinta
Menjalani sandiwara kehidupan
Susah, sedih, senang, riang silih berganti
Panas, mendung, gerimis, hujan
Bahkan badai singgah silih berganti
Rumput nan hijau menjelma menjadi kering kerontang
Tanah bertemankan tandus
Jalanan menjadi lengang
Daun rindang mulai layu berguguran
Ranting berjatuhan
Kenangan-kenangan belum mampu memahami
"Apakah itu arti CINTA?"

Mataku menerawang
Pikiranku melayang
Bibirku terbungkam
Jadikan malamku menjadi teman
Membahagiakan diri dg berbagai khayalan

Hasrat berganti menjadi kewajiban
Potret kebahagiaan menjadi hiasan
Sajian bosan, lelah dan muak selalu terhidangkan
Amarah jiwa mulai meledak
Setiap ingatan menyayat hati
Namun air mata seakan membeku
Tak mampu mengalir meski hati meletup-letup

Tujuan itu ada
Namun keyakinan seakan mulai goyah
Jawaban itu ada
Dari semua pertanyaan yang muncul
Tapi apa daya jika "DIAM" yang mendominan
Rasa tak mau itu yang PELAN-PELAN membunuhku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cinta sehidup semati

Bapak..... Ibu.... Aq tidak mengenalmu dari kecil Tapi aq sdh menganggap kalian seperti orang tuaQ, seperti kalian yg tulus mencintai kami S...