Rabu, 20 Oktober 2021

Beban dan target


Apakah Beban itu? Beban dikategorikan dalam dua bidang, yaitu beban operasional yang berkaitan dengan laporan laba rugi dalam sebuah usaha dan juga beban nonoperasional dalam artian beban dalam hidup. Namun dalam kamus sendiri, beban mempunyai beberapa arti. Satu diantaranya selain yang disebutkan diatas yaitu beban dalam artian berat muatan suatu benda. Intinya beban adalah sesuatu yang harus kita keluarkan, atau pengeluaran wajib atau sesuatu hal yang menjadikan pemikiran kita. Untuk meminimalisir beban sering saya dengar dengan cara dilakukan pembukuan. Atau agar beban tidak melonjak dibuat sebuah target. Target maksimal pengeluaran atau target maksimal pemakaian dan sebagainya. Target yaitu tujuan atau sasaran. Target sendiri ada banyak jenisnya. Dan apakah semua lini kehidupan harus kita targetkan? 

Tentu saja setiap orang punya pemikirannya sendiri. Dalam bidang perkantoran memang antara beban dan target tidak bisa dipisahkan dan sering kita dengar. Namun dalam kehidupan pribadi apakah target itu perlu?

Kalau menurut saya beban itu pasti tidak asing di telinga kita. Dan seakan menjadi momok negatif ketika didengar. Beban hidup, beban keluarga. Setiap orang ketika kecil pasti menjadi beban orang tua, tapi jangan sampai ketika dewasa kita tetap menjadi beban keluarga dalam artian tetap bergantung pada keluarga. Kalo bisa jadilah penanggung beban keluarga, agar lebih bermanfaat untuk sekitar heheh.....

Tapi siapa sih yang gak mau kayak gitu. pasti semua orang juga menginginkan hal seperti itu, mandiri dan berguna bagi keluarga dan sekitar. Untuk itu peran target, yang bisa memotivasi hidup kita agar lebih tertata. Tapi kembali lagi, buatlah sebuah target menjadi sebuah motivasi. Jangan buat target menjadi beban didalam sebuah beban, karena dalam hidup kita sendiri sudah ada beban

Dalam beban hidup jika kita buat sebuah target dalam hal pribadi semisal target menikah, target mempunyai mobil dan rumah jangan pernah jadikan target menjadi sebuah keharusan yang harus tercapai. Namun tetapkan target sebatas motivasi agar bisa bertindak maksimal. Selebihnya jika tidak tercapai maka kemungkinan takdir belum berpihak bagi kita. Karena jodoh, mati dan rejeki hanya Allah yang menentukan. Jangan pernah memaksakan apa yang harus kita jalani sesuai dengan target sehingga memaksakan apa yang tertulis di target dan mengesampingkan banyak hal. Jika itu terjadi bisa-bisa akan menimbulkan banyak masalah dalam kehidupan kalian semua. Semisal target menikah sudah ada namun belum juga mempunyai orang terdekat, jangan sampai memaksakannya dengan meminang siapapun yang ada dekat kita. Karena menurut petuah dalam memilah-milah pasangan kita harus melihat bibit, bebet dan bobotnya. Ada yang sependapat?😁

Saya sering mendengar hal itu, bibit, bebet dan bobot. Mungkin hal itu perlu karena jangan sampai kita tidak mengetahui cerita, latar belakang ataupun keluarga yang menjadi calon pasangan kita. Tapi jangan jadikan pedoman itu menjadi syarat wajib mencari ketiga hal itu dalam porsi 100% bagus. Karena tidak ada manusia yang sempurna. Dan berkaca pada diri kita sendiri, coba tanyakan pada diri kita sendiri. Apa kita sudah sempurna sehingga mencari orang yang sempurna. Kita tidak akan menemukannya. 

Jadi kembalilah lagi pada hati kita, yang terpenting adalah pribadi calon kita. Jika ada anak narapidana tapi akhlaknya bagus. Apakah dia tidak berhak untuk dipilih karena bibit dari keluarga yang jahat? Jika bibit bebet dan bobot selalu dipermasalahkan padahal manusia sudah dipastikan bukan makhluk yang sempurna, lantas apa mereka tidak pantas untuk dijadikan sebagai kategori calon pasangan pilihan?

Jalanilah kehidupan bersama seseorang yang menurutmu baik, memberimu kenyamanan dan memberikan manfaat bagi sekitar bukan justru pembuat masalah. 

Semangat taklukkan beban, capai target dan pahami bibit bebet dan bobot.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cinta sehidup semati

Bapak..... Ibu.... Aq tidak mengenalmu dari kecil Tapi aq sdh menganggap kalian seperti orang tuaQ, seperti kalian yg tulus mencintai kami S...